Agustus 02, 2010

2012, Menara Tertinggi Di Dunia Ada Di Indonesia

Indonesia sudah semakin berbenah dengan ditandai pembangunan Menara Jakarta setinggi 558 meter di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dan akan dilanjutkan tahun ini. Bahkan pembuatan pondasinya telah selesai dan kini menginjak pembangunan pada tahapan berikutnya. Sebelumnya, pembangunan Menara Jakarta sempat terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1998. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 3 triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang.


Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomonikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. “Menara Jakarta akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta,” ungkap Fauzi Bowo.

Memang benar. Menara Jakarta akan dijadikan pusat pusat menara-menara base tranceiver station (BTS) agar Jakarta tidak menyerupai hutan menara. Saat ini menara BTS diperkirakan mencapai 3.400 menara. Karena itu, Pemprov DKI akan mengatur penempatan menara menjadi tiga pola persebaran dan menjadikan Menara Jakarta di Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai pusat menara BTS. Selain itu, setiap operator seluler dan provider internet juga diwajibkan memakai jaringan kabel serat optik (fiber optic network) untuk akses jaringan di dalam kota.

Menara Jakarta sangat representatif untuk dijadikan pusat menara BTS di Jakarta. Sebab, menara yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar ini merupakan sebuah pengembangan terpadu yang terdiri atas menara telekomunikasi dan penyiaran multifungsi, dengan ketinggian 558 meter. Belum lagi, jaringan utilitasnya didukung berbagai fungsi properti sehingga menjadi sebuah destination center.


Pembangunan menara yang menelan dana Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai tahun 2012. Sedangka
n, perkembangan pembangunan dari tahun 2004 hingga 2008 ini, terang Roesdiman, yaitu pekerjaan galian tanah dengan total volume 830.000 meter kubik, pekerjaan diaphragm-wall dengan keliling 936 meter dengan kedalaman -30 meter, pekerjaan ground-anchor mencapai 1.461 titik, dan pekerjaan pengecoran lantai kerja basement seluas area 53 hektar.

Perbandingan Dengan Negeri Tetangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails