Agustus 07, 2010

Ilmuwan Intel sedang mengembangkan Ponsel Yang Bisa Bernafas



Peneliti Intel Labs di Berkeley California mendesain prototipe ponsel yang dapat menghirup udara dan mengeluarkan ukuran polusi. Penelitian ini diharapkan bisa membuat semua orang yang menggunakan ponsel dapat sebagai pemonitor kualitas udara secara mobile guna melengkapi 4000 stasiun monitor yang dipakai oleh Environmental Protection Agency AS dan partner terkait.

Pendeteksian polusi ini dapat berguna untuk beberapa alasan, ujar Allison Woodruff, peneliti ilmiah dari Intel. Perangkat itu dapat memberikan regulator daerah yang udaranya bermasalah dan sebelumnya tidak diketahui oleh pemerintah.

Sensor udara yang dapat berpindah tempat ini dapat menjadi ilmu sosial di level yang baru. Jika mempelajari soal asma misalnya, maka kualitas udara yang dilewati bisa diukur oleh penderita asma dan mencari tahu dampaknya.

Pengukuran akan terikat pada lokasi GPS pengguna untuk membuat peta real-time dari kualitas udara yang dibaca. Info ini dapat tersedia bagi semua orang di sebuah aplikasi atau situs, ujar peneliti.

Prototipe ponsel pengukur kualitas udara ini dikembangkan oleh Woodruff dan Alan Mainwaring. Ponsel ini memiliki lubang yang besar untuk memungkinkan udara masuk.

Sensor yang digunakan akan membawa karbon monoksida, ozon dan oksida nitrogen di mana tidak terlalu kecil bagi ponsel untuk dimasukkan ke dalam saku. Peneliti tidak yakin pengukuran polusi apabila ponsel diletakkan di dalam kantong atau saku.

Namun, menurut mereka, ponsel dengan sensor kualitas udara ini akan menjadi lebih baik dan lebih kecil. Mereka yakin ide tersebut akan membuat udara lebih sehat. Mereka berharap ponsel yang mampu menandai polusi ini akan menjadi kenyataan beberapa tahun mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails