Agustus 10, 2010

Kisah Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajal [KISAH NYATA]



Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.


Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai
umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka
taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah
dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku
dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga
bersama aku."


Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh
menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.
Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya
dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.


"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala
itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.


Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu
Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang
terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah
kurma yang menjadi alas tidurnya.



Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru
sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.


Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril
yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih
Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di
hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu
ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan.


"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."


Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar
Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya
Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.


Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum -
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"


Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad
wa'alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang
menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana
tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4958865

12 komentar:

  1. salam Ya Rosulullah..

    BalasHapus
  2. Allaahumma sholli 'alaa Muhammad
    wa'alaihi wasahbihi wasallim

    aku rindu Rosulullah

    BalasHapus
  3. subhanallah...

    Mudah2an diberi kesempatan bertemu dengan Rasullah kelak...walaupun sy tau banyak melakukan maksiat....Allahumma solli ala muhammad wa'alaihi sayidina muhammad

    aminn2

    BalasHapus
  4. sumber artikel ini memang dari kaskus...tapi sumber ceritanya darimana...apakah ada haditsnya? kok ucapan terakhirnya "Ummatii, ummatii, ummatiii!" ? Beda dengan yang diajarkan bahwa yang terakhir diucapkan itu haruslah Laa Ilaaha Ilallahu Muhamad Rasulallahu

    BalasHapus
  5. suhanallah......
    Allahumma sholi ala Muhammad wa'allihi sayidina Muhammad

    BalasHapus
  6. Subhanallah....
    benar-benar cerita yang mengetarkan seluruh jiwa. Rasulullah mau menanggung sakitnya sakaratul maut dari umatnya. sungguh besar kasih Beliau kepada kita. semoga kelak dapat bertemu dengan Beliau. Amin

    BalasHapus
  7. @bisnis2qta hal ini ada dlm salah satu kitab Imam Al Ghazali yg bersumber dalam hadits,tepatnya lihat saja kitab beliau,memang benar dalam kata2 akhir kita diutamakan mengucapkan tahlil...itu sebabnya dlm "suatu hadits disebutkan “..Laqqiinuu mautaakum laa ilaaha illallah..”. Ajarkanlah orang yang akan (hampir) mati dengan laa ilaaha illallah. Hadits ini jangan diartikan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tapi yang akan mati itu adalah kita sendiri. (tafsir Ulama)

    Sdgkan dzikir itu ada dua macam Dzikir Jahar (nyata/dikeraskan suara) & Dzikir Khofi (samar/dlm hati) nah para Rasul2,Nabi2 & Wali2 terkenal konsisten dgn yg khofi,meski beliau ttp juga suka jahar,mrk trmsk yg digambarkan dlm hadith yg Konsepnya diberikan Allah SWT dalam hadits Qudsi berikut ini “Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Aku nyatakan perang kepadanya. Amalan hamba yg paling Aku cintai apabila ia mengerjakan kewajiban yg Aku perintahkan kepadanya. Kemudian hambaKu itu memperbanyak ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya.(secara dawam/konsisten) Apabila Aku mencintainya maka Aku pendengarannya saat ia mendengarkan pandangannnya saat ia memandang tangannya yg ia gunakan dan kakinya saat ia berjalan. Jika dia memintaKu pasti Aku berikan jika ia berlindung kepadaKu pasti Aku lindungi dia. Tidak ada keraguan yg Aku kerjakan seperti saat menarik nyawa hambaKu yg mukmin ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya.” (sdh do'a beliau itu krn cinta terhadap ummat beliau,itu sebabnya ada hadits lain disaat kita melewati sirotol mustaqim & para Nabi semua berdo'a agar tdk msk neraka,maka beliau Nabi SAW jg trs mendo'akan ummatnya,bahkan hal ini jg digambarkan di Injil Barnabas (injil yg ditulis oleh Salah 1 dr 12 sahabat Nabi Isa AS)yg mana ditemukan oleh slh seorang pastor diperpustakaan Vatikan kemudian disebarluaskan tp dilarang kemudian oleh Vatikan)

    Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa “Wali-wali Allah SWT itu adl orang-orang yg bertaqwa; mereka mengerjakan yg diperintahkan meninggalkan yg dilaranng dan sabar terhadap musibah yg menimpa mereka. Allah SWT mencintai mereka dan mereka mencintai Allah SWT. Allah SWT rela terhadap mereka dan mereka pun rela kepada Allah SWT. Musuh-musuh mereka adl pembela-pembela syaitan sehingga harus dibenci dimurkai dan dimusuhi” .

    BalasHapus
  8. ALLAH MAHA TAHU segalanya bahkan kadar cinta Nabi SAW kpd ummatnya digambarkan dlm Surah At-Taubah ayat 128-129 (silahkan dicek supaya belajar ttg Nabi kita sendiri)

    BalasHapus
  9. subhanallah.. begitu besar cinta Rasulullah SAW kepada umat nya, hingga kata2 terakhir yg Beliau Ucapkan " umatku, umatku, umatku "..

    Ya Allah Tuntunlah Hambamu ini Menuju Surga MU.. Amin.. Amin.. Amin..

    BalasHapus
  10. LETTU CPM Muhammad Wardy.20 Agustus 2011 10.42

    Ya Allah masukan hamba-Mu dalam golongan orang-orang yang ahli Surga, dan pertemukan kelak Hamba-Mu ini dengan junjungan hamba-Mu yaitu baginda Rasulullah SAW!!! Amin.... dan semoga kelak di Akherat nanti Hamba-Mu ini mendapatkan Safaat dari baginda Rasulullah SAW!!! Amin Ya Robal Alamin.....Wslm.

    BalasHapus
  11. arya febeian p16 Maret 2012 19.54

    Ya Allah petemukanlah aku kepada rosulullah S.A.W

    BalasHapus
  12. Allahumma soli a'ala muhammad, ya robbi soli alaihi wasalim. Allahuakbar. walaupun sudah sering mendengar kisah ini, tetap aja ya baca artikel ini meneteskan air mata. betapa jauh cintanya beliau kepada kita. sedangkan kita :'( syukron

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails